Sejarah Singkat Kerajaan Samudera Pasai


Kota - kota di indonesia tumbuh di jalur perdagangan internasional sehingga masuknya agama islam keindonesia, khususnya di sumatera tidak terlepas dari peranan para pedagang islam dari Gujarat dan Persia. Melalui perdagangan dan perkawinan antara pedagang islam yang datang ke indonesia dengan wanita - wanita pribumi akan terjadi interaksi dan komunikasi para pedagang islam dengan penduduk setempat sehingga agama islam dapat berkembang dengan pesat. Pada mulanya hanya sekelompok orang yang kemudian berkembang menjadi sebuah perkampungan, desa dan akhirnya menjadu sebuah kerajaan. Beberapa kerajaan islam yang berdiri di sumatera antara lain Kerajaan Samudera Pasai, Kerajaan Malaka, dan Kerajaan Aceh Darussalam.

1. Kerajaan Samudera Pasai
     Samudera pasai terletak di lhokseumawe, sekitar Selat Malaka pada jalur perdagangan didirikan pada abad ke-11 M oleh Meurah Khair. Kerajaan ini terletak di pesisir timur Aceh. Dalam catatan sejarah, Samudera pasai terdiri atas dua dinasti. Dinasti pertama adalah Dinasti Meurah Khair dan dinasti kedua adalah Dinasti Meurah Silu.
  1. Dinasti Meurah Khair
         Pendiri dan raja pertama kerajaan samudera pasai adalah Meurah Khair. Ia bergelar Maharaja Mahmud Syah ( 1042-1078). Pengganti Meurah Khair adalah Maharaja  Mansyur Syah yang berkuasa dari tahun 1042 - 1133 M. Pengganti Mansyur Syah adalah Maharaja Giyasuddin Syah. Ia berkuasa dari tahun 1133-1155M. Raja Kerajaan Samudera pasai berikutnya adalah Meurah Noe yang bergelar Maharaja Nuruddin. Ia berkuasa dari tahun 1155 - 1210 M. Raja ini juga dikenal dengan sebutan Tengku Samudra atau Sultan Nazimuddin al - kamil. Sultan ini sebenarnya berasal dari mesir yang ditugaskan semagai laksamana untuk merebut pelabuhan Gujarat. Raja ini tidak mempunyai keturunan sehingga pada saat ia wafat, kerajaan samudera pasai dilanda kekacauan karena perebutan kekuasaan.

  2. Dinasti Meurah Silu
          Meurah Silu bergelar Sutan Malik as- Saleh (1284 - 1297 M ). Meurah Silu adalah keturunan Raja Perlak ( sekarang Malaysia ) yang mendirikan dinasti kedua dikerajaan samudera pasai. Sistem pemerintahan kerajaan dan angkatan perang laut serta darat sudah terstruktur rapi. Kerajaan ini mengalami kemakmuran terutama setelah pelabuhan Pasai dibuka. Hubungan Kerajaan Samudera Pasai dan perlak berjalan harmonis. Meurah Silu memperkuat hubungan ini dengan menikahi putri Ganggang Sari, anak Raja Perlak. Meurah Silu berhasil memperkuat pengaruh kerajaan Samudera pasai dipantai timud Aceh dan berkembang menjadi kerajaan perdagangan yang kuat di Selat Malaka.
Adapun raja - raja yang memerintah dikerajaan samudera pasai sebagai berikut.


  • Sultan Malik as-saleh  (1285 - 1297 M)
  • Sultan Muhammad Malik Zahir ( 1297 - 1326 M)
  • Sultan Mahmud Malik Zahir ( 1326 - 1345 M )
  • Sultan Manshur Malik Zahir (1345 - 1346 M)
  • Sultan Ahmad Malik Zahir ( 1346 - 1383 M)
  • Sultan Zainal Abidin (1386 - 1403 M)
   Pada masa pemerintahan Sultan Zainal Abidin (1383 - 1403 M), kekuasaan kerajaan meliputi daerah kedah disemenanjung Malaya, sebagai buktinya adalah adanya sebuah batu nisan di Menyetujuh Pasai, kedah, Sultan Zainal Abidin sangat aktif menyebadkan pengaruh islam kepulah jawa dan sulawesi dengan mengirimkan ahli - ahli dakwah seperti Maulana Malik Ibrahim dan Maulana Ishak.

    Kehidupan perekonomian Samudera pasai didasarkan pada perdaganhan nasional dan international. Letak kerajaan yang strategis di Selat Malaka menyebabkan pelabuhan Samudera Pasai  ramai dikunjungi para pedagang. Pada perkembangannya, kerajaan Samudera Pasai bahkan menyaingi kebesaran kerajaan Sriwijaya yang pada saat itu mengalami kemunduran.

    Bukti kemakmuran Kerajaan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam yang besar ditunjang dengan diberlakukannya hukum atau syariah Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kehidupan masyarakat selain bernapaskan Islam juga memperlihatkan kemiripan dengan perkembangan masyarakat Timur Tengah  karena masyarakat Timur Tengah yang berdagang di Samudera Pasai menularkan cara hidup khas Timur Tengah.

    Walaupun kehidupan sosial masyarakat Samudera Pasau diwarnai oleh ajaran Islam, tetapi tidak banyak ditemukan peninggalan budaya Islam. Kalaupun ada, peninggalan tersebut bukan berasal dari kerajaan Samudera Pasai sendiri. Silsilah raja - raja Samudera Pasai misalnya,ditemukan pada silsilah Tawarikh Raja Aceh atau batu nisan Ratu Samudera Pasai dari Gujarat.


0 Response to "Sejarah Singkat Kerajaan Samudera Pasai"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel