Pemeliharaan ikan hias

 


Setelah kamu melakukan praktik pembuatan wadah budidaya ikan maka saatnya kamu melakukan budidaya ikan hias. Kamu dapat memanfaatkan wadah budidaya yang sudah dibuat pada pembelajaran sebelumnya untuk budidaya pembesaran ikan. Pilihan ikan cupang merupakan contoh. Ikan cupang merupakan ikan hias yang mudah dibudidayakan di kolam, bak/terpal plastik ataupun menggunakan akuarium.

1. Perencanaan

  1. Menentukan jenis ikan hias yang akan dibudidayakan.
  2. Menentukan dan mempersiapkan wadah yang akan digunakan untuk budidaya ikan hias.
  3. Menentukan jadwal kegiatan budidaya.
  4. Menyiapkan kebutuhan sarana alat dan bahan.
  5. Menentukan tugas individu.

2. Menyiapkan sarana produksi

  1. Akuarium dalam keadaan bersih dan tidak bocor
  2. Tanaman hidup secukupnya.
  3. Bahan - bahan dekorasi: pasir, koraltex, akar kayu, tanah/lumpur/kapas filter dan batu karang.
  4. Pompa udara (aerator) sebagai alat penambah oksigen dalam air dan pompa air.
  5. Lampu neon ultra violet pada malam hari dapat menimbulkan rasa alami yang mempesona.
  6. Filter yang dihubungkan dengan aerator berfungsi sebagai penyaring kotoran dalam air.
  7. Peralatan lainnya selang plastik, serokan, dan pembersih kaca.

3. Proses budidaya pembesaran ikan hias

  • Makanan ikan
Makanan ikan hias air tawar terdiri dari dua macam yaitu makanan alami seperti kutu air ( moina), cacing rambut ( tubifek, chironomus) dan larva nyamuk (cuk)
Benih ikan hias diberi pakan artemia bahkan cacing sutra/tubifek yang diberikan selama 3 kali sehari, dengan jumlah pakan 3-5% dari berat total ikan. Saat pemberian pakan diberikan pada pukul 07.00, 13.00, dan 17.00. Pakan untuk benih yang berukuran kecil yaitu tubifek yang dicincang, kutu air ataupun jentik nyamuk, dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali setiap hari. Pakan alami dijadikan pilihan karena pakan alami memiliki keunggulan sebagai berikut.
  1. Memiliki kandungan protein tinggi.
  2. Pakan alami diberikan pada ikan dalam kondisi hidup, pakan alami yang bergerak membuat perhatian ikan untuk memakannya.
  3. Pakan alami sesuai dengan bukaan mulut ikan, sehingga ikan tidak kesulitan kesulitan saat memakannya.
  • Pemeliharaan
Proses pemeliharaan ikan hias air tawar dalam wadah budidaya akuarium, dengan cara penyiponan /penyedotan minimalnya 2 kali setiap hari, pemberian pakan ikan, dan pengecekan kualitas air. Pengganti air minimal 2 minggu sekali atau ketika air sudah mulai keruh. Untuk mengurangi tumbuhnya penyakit, harus dilakukan pengukuran kualitas air mencakup suhu, tingkat keasaman, dan oksigen terlarut.

  • Pengendalian hama penyakit.
Pada budidaya ikan hias, pembudidaya ada kalanya menghadapi ada kalanya menghadapi hama dan penyakit. Hama yang perlu ditanggulangi adalah ular, burung, katak, larva capung. Keong dan yang paling penting adalah manusia. Penyakit yang disebabkan oleh bukan parasit ( non-parasiter) dan penyakit yang timbul karena serangan parasit Penyakit yang berasal dari non-parasiter biasanya biasanya bersumber dari faktor lingkungan dan terutama adalah makanan. Makanan yang tidak dibersihkan akan mengundang berbagai macam penyakit. Oleh karena itu makanan yang diberikan sebelum nya harus cuci dulu agar bersih baru diberikan. Pemberian pakan yang berlebihan dan tidak sesuai akan mengakibatkan adanya perubahan temperatur pH dan kesadahan yang tidak sesuai ambang batas normal. Perubahan temperatur biasanya terjadi pada saat musim pancaroba. Pada saat inilah cupang banyak terserang penyakit. Oleh karena itu harus selalu mengontrol keadaan air. Penyakit parasiter disebabkan karena adanya serangan parasit pada badan ikan, insang, lendir maupun dalan tubuh ikan itu sendiri. Parasit ini dapat berupa protozoa, cacing, udang renik,jamur,bakteri, dan virus.
  • Pemasaran

Permintaan ikan hias masih banyak pangsa pemasaran baik pangsa pasar lokal dan ekspor. Untuk memasarkan ikan hias ini para pembudidaya bisa langsung menjual sendiri ke konsumen atau menggunakan jasa pengepul (pengumpul) yang biasanya sudah mempunyai jaringan yang luas dan ada juga pembeli yang langsung datang ke pembudidaya. Ada juga yang menawarkan ke agen -  agen (supplier) atau Berdagang keliling. Untuk memaksimalkan pemasaran hasil budidaya ikan hias, para pembudidaya harus bisa membuka jaringan yang luas agar bisa mendapatkan konsumen tetap. Cara lainnya adalah dengan melakukan usaha budidaya ikan hias dengan sistem plasma . Selain itu juga dengan membentuk kelompok/asosiasi yang saling menguntungkan antara sesama anggota.

Pembudidaya juga harus mempunyai pengepul tetap yang selalu siap menampung hasil usaha. Yang tak kalah penting adalah para pembudidaya harus aktif mencari konsumen secara langsung baik melalui hubungan langsung ataupun melalui media komunikasi seperti seperti telepon dan internet. Konsultasi dan koordinasi dengan pemerintah sangat penting dilakukan untuk mencari terobosan dalam bidang pemasaran.

Budidaya ikan hias air tawar merupakan suatu komoditi yang dapat dikembangkan sebagai sumber mata pencaharian karena modal yang diperlukan kecil, dapat memanfaatkan lahan yang sangat terbatas dan waktu yang relatif singkat serta cara budidaya yang mudah. Sekarang yang sangat diperlukan adalah pembinaan dari pemerintah atau instansi terkait lainnya untuk mengembangkan potensi budidaya ikan hias diwilayah masing - masing untuk mengangkatnya sebagai komoditi unggulan juga lapangan kerja untuk mengatasi pengangguran.

0 Response to "Pemeliharaan ikan hias"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel