Sejarah Singkat Kerajaan Ternate

Kerajaan Ternate terletak di sebelah barat pulau halmahera utara. Kerajaan ini berpusat dipulau ternate. Wilayah kekuasaannya meliputi Kepulauan Maluku dan sebagian Papua. Dari wilayah kerajaan Ternate inilah banyak di hasilkan rempah - rempah, terutama cengkeh dan pala yang banyak dicari para pedagang international, khususnya bangsa - bangsa di Eropa. Kerajaan Ternate merupakan kerajaan yang tidak ingin di kendalikan oleh bangsa lain. Adapun, raja - raja yang berkuasa dikerajaan Ternate adalah:

1. Sultan Hairun
Salah seorang penentang kehadiran kekuatan militer Portugis adalah Sultan Hairun. Ia adalah raja kerajaan Ternate yang berkuasa sejak tahun 1559 M. Sultan Hairun tidak ingin perekonomian dan pemerintahan kerajaan dikendalikan oleh bangsa lain.

Selama 10 tahun berada di kerajaan Ternate, bangsa Portugis telat berhasil mendirikan benteng yang bernama Sao Paolo. Pendirian benteng dikerajaan Ternate dianggap menunjukkan niat buruk Portugis atas Ternate. Walaupun menurut Portugis, benteng tersebut berguna untuk melindungi kerajaan Ternate dari serangan kerajaan Tidore. Namun hal ini hanyalah taktik Portugis agar dapat bertahan untuk berdagang dan menguasai Ternate, sehingga pembangunan benteng - benteng menimbulkan banyak perlawanan.

Ketidaksetujuan Sultan Hairun terhadap Portugis tidak berbentuk kekerasan. Sebaliknya, Sultan Hairun bersedia berunding dengan Portugis di benteng Sao Paolo. Niat baik sultan Hairun ternyata di manfaatkan Portugis untuk menahannya di benteng tersebut. Ke esokan harinya Sultan Hairun telah terbunuh dan para pejabat Portugis di curigai sebagai dalang pembunuhan tersebut. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1570 M. Kematian Sultan Hairun tentu menyebabkan kebencian rakyat Maluku semakin besar, sehingga menyebabkan peperangan antara Maluku melawan Portugis.

2. Sultan Baabullah
Raja Ternate berikutnya sebagai pengganti Sultan Hairun adalah Sultan Baabullah. Tidak lama setelah diangkat sebagai penguasa Ternate, Sultan Baabullah langsung memimpin perang melawan Portugis. Usaha ini telah menampakkan hasil pada tahun 1575 M, setelah Portugis di pukul mundur dan pergi meninggalkan bentengnya di Ternate. Bangsa Portugis bergerak keselatan dan menaklukkan Timor pada tahun 1578 M. Sejak itulah Portugis menguasai daerah Timor sampai tahun 1976 M.

Sementara itu, Sultan Baabullah memperluas kekuasaannya hingga ke Maluku, Sulawesi, Papua, Mindanau, dan Bima. Keberhasilan pemerintahannya membuat sultan Baabullah mendapat julukan Tuan Dari Tujuh Puluh Dua Pulau.

0 Response to "Sejarah Singkat Kerajaan Ternate"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel